sayapku patah itu bukan karena cinta
egomu tumpul itu karena cinta
sayapku tumbuh itu karena cinta
egomu tajam itu bukan karena cinta
hukum aku tak bernurani
memberikan balasan tanpa ucapan
bunuh aku tak bersajak
saat hinaan menjadi harapan
segelas bir beri kecup penisku
sebotol bir beri hambar penisku
gertakan manusia akan cinta
nafsu tiba manusia hina
maafkan aku wanita
kau ku kotori cinta belaka